Selasa, 07 Februari 2012

Teknik Pengambilan Gambar Video


TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR (SHOT)
Adalah teknik mengumpulkan  materi (gambar) guna membangun suatu cerita. Contoh: shot film, shot video dokumentasi, shot iklan, dll
Film merupakan rangkaian banyak frame (bingkai) gambar yang diputar dengan kecepatan tertentu. Dalam 1 detik pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus dicuci terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan proyektor khusus. Film diambil menggunakan kamera film.
Kamera film memiliki bahan yang sama dengan kamera foto namun hasil yang didapat berbeda, kamera film menghasilkan gambar yang bergerak atau biasa disebut still motion. Contoh kamera film diantaranya Arriflex


Sedangkan Video merupakan rangkaian banyak frame (bingkai) gambar yang di dalamnya berisi tahapa demi tahap dari suatu gerakan / skuen yang diputar dengan kecepatan tertentu. Untuk kamera video sendiri memiliki persamaan dengan kamera film karena menghasilkan gambar bergerak (still motion), namun yang membedakan yaitu bahan bakunya yang berupa kaset video yang setelah pengambilan gambar hasilnya dapat langsung dilihat karena terjadinya gambar secara optis dan elektronis.
           








2. Kamera BetaCam
 

3 Kamera canon XL 2
 

 


A.    KAMERA
Fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan. Kamera dioperasikan oleh crew film yang biasa disebut cameramen. Kameramen mengoperasikan kamera sesuai dengan arahan sutradara. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut:      
·      Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan. Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami kelebihan dan kekurangannya.
·      Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan.
·      Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel, dll
·      Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik.
Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil. Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan film juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara.
1.      JENIS - JENIS KAMERA
Secara umum terdapat 2 jenis kamera :
a.    Analog (AV)
            Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS(Video Home System / Vertical Helical Scan), S – VHS, 8mm, dan Hi – 8. Sedangkan jenis media penyimpannya menggunakan format video analog diantaranya U Matic, Betamax, VHS dan S- VHS
Contoh-contoh kamera analog
  
Kamera VHS                                  Hi-8                             SVHS-C                      
FuIl Size VHS
Kamera video jenis ini memakai kaset jenis VHS regular dan rekamannya bisa disetel di VHS VCR biasa. Resolusi  videonya  240/250  lines,  sementara  lama  rekaman  tergantung  jenis  kasetnya.  Tipe  VHS  SP  bisa merekam selama dua jam, sementara EP/SLP bisa mencapai enam jam lamanya. Ukuran kamera ini terlalu besar dan berat, sehingga harus dipanggul oleh kameraman ketika merekam obyek. Kualitas suara kamera jenis ini juga sangat jelek. Beberapa perusahaan yang membuat kamera Full-VHS antara lain Hitachi, RCA, dan Panasonic.
SVHS-C
Merupakan pengembangan dari kamera VHS-C, sehingga formatnya juga sama persis. Yang membedakan hanya  kualitas  gambarnya  yang  mencapai  400  baris.  Resolusi  yang  lebih  tinggi  tersebut  secara  otomatis berpengaruh pada kualitas gambar yang 60 persen lebih jernih dibanding VHS atau VHS-C.
Untuk melihat hasil rekamannya, Anda bisa langsung mengoneksikannya ke TV atau S-VHS VCR dengan menambahkan adapter khusus. Kamera video ini dapat memakai kaset jenis VHS-C standar. Sebaliknya, kamera video VHS-C tidak dapat menggunakan kaset jenis SVHS-C. Vendor yang memprodukSi kamera SVHS-C hanya JVC saja.
Hi-8
Format kamera ini pada dasarnya sama seperti kamera 8mm. Tapi untuk kualitas gambar, HI8 unggul dengan resolusi  60 persen lebih tinggi, atau mencapai 400 baris. Kamera jenis ini diproduksi oleh Canon, Hitachi, Samsung, Sharp dan Sony.
Sayang, rekamannya tidak dapat langsung diputar pada VCR biasa, karena tak adanya adapter yang bisa membaca  format kaset HI8. Meski demikian, semua jenis kamera video HI8 dapat memainkan dan merekam dalam format 8mm. Sebaliknya, kamera video 8mm tidak dapat merekam kaset HI8.
D i g t a l 8
Inilah kamera video yang paling banyak oeredar di pasaran. Format Digital8 merupakan pengembangan dari format  Hi8, dimensinya pun tak banyak berbeda. Bedanya, kamera Digital8 tak lagi murni memakai format analog.
Media rekamnya berupa kaset 8mm atau HI8. Satu-satunya cara untuk memutar kaset video adalah dengan menghubungkan  kamera  ke  VCR  atau  TV  (analog).  Sementara  secara  digital,  kaset  bisa  diputar  dengan menghubungkan  kamera  ke PC via  port IEEE-1394  (Firewire). Anda  memerlukan  hardware  dan software
khusus untuk memutarnya di PC.
Kamera jenis ini juga bisa memutar kaset analog 8mm dan HI8 dengan menggunakan koneksi AV biasa. Namun untuk PC, pengguna belum bisa mengonversi rekaman analog 8mm dan HI8 langsung ke PC via port IEEE-1394.
Resolusi videonya mencapai 500 baris dengan kualitas gambar 20 persen lebih baik daripada HI8 atau SVHS-C. Kualitas suaranya bisa dibilang sempurna, karena direkam dengan standar PCM Audio 12 bit atau 16 bit - setara dengan  kualitas suara CD audio. Format videonya juga memungkinkan pengguna mengambil foto dengan kameranya. Sony Corporation tercatat sebagai satu-satunya vendor yang mengembangkan kamera jenis ini.
b.   Digital (DV)
Kamera perekam video digital menyimpan data dalam format kode biner bit per bit yang terdiri atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis kamera ini antara lain mini DV, dan Digital 8. Sedangkan jenis media penyimpannya menggunakan format digital video diantaranya Mini DV, DV Cam, dan DVC Pro.
M i n i D V
Kamera yang sepenuhnya telah mengadopsi teknologi digital ini memakai kaset MiniDV 6mm sebagai media rekam.  Ukuran  kasetnya  serupa  dengan  DAT  Audio  Tapes.  Kaset  bisa  diputar  di  kamera  video  dan  bisa dihubungkan ke VCR atau TV dengan memakai kabel AV. Koneksi ke komputer melalui port IEEE-1394.
Sama seperti Digital8, resolusi video kamera ini mencapai 500 baris atau 20 persen lebih finggi ketimbang HI8 atau SVHS-C. Ada dua jenis kecepatan rekam, SP dan LP yang masing-masing berdurasi 60 menit dan 90 menit. Ukuran kasetnya sangat mungil, bahkan lebih kecil daripada kotak rokok. Kualitas suaranya juga sama seperti Digital8, karena memakai format PCM 12 bit dan 16 bit. Selain mampu memotret gambar diam, kamera tipe ini juga dilengkapi dengan teknologi Progressive Scan. Teknologi ini


 
 mampu  mencari  frame  yang  masih  kosong  atau  belum  terpakai  untuk  merekam  video.  Vendor.  yang memproduksi kamera video berformat MiniDV antara lain Canon, JVC, Panasonic, Samsung, Sharp dan Sony.










2.      Perbedaan Video Analog dan video Digital
Video Analog :
a.       Biasanya menggunakan kaset ( tape )
b.      Berbahan dasar pita magnetik
c.       Memerlukan kompresi ke digital agar bisa ditransfer ke komputer.
d.      Kelebihan warna yang colorfull
e.       Kelemahan Harganya lebih mahal.
Video Digital:
a.       Signal dikonversi oleh ADC, menjadi data digital (yaitu 0 dan 1) sehingga tahan terhadap gangguan
b.      Memakai CCD (change couple device)
c.       Harga relatif murah
d.      Tidak mengalami degradasi kualitas gambar
e.       Kurang colorful tapi bisa dikoreksi pada saat editing
3.      FORMAT VIDEO
Bicara soal merekam video dengan camcorder, tentu kurang afdol bila tidak sekalian mengakrabi video editing di PC.  Apalagi kini berbagai produk camcorder terbaru sudah dilengkapi dukungan koneksi ke PC, beserta bundel software untuk keperluan editing; hasil rekamannya. Namun, sebelum terjun ke tahap transfer, edit, dan simpan hasil rekaman, ada baiknya Anda mengenal lebih dulu berbagai format video yang bisa digunakan di PC.
a.      AVI
Singkatan dari Audio Video Interlaced, ini merupakan salah satu format video paling tua yang dibangun oleh Microsoft. Format video ini sudah ada sejak zaman komputer x86, berbarengan dengan munculnya Windows 3.1. Berbeda dari format video lainnya, AVI mendukung beberapa jenis kompresi, seperti Cinepak, Intel Indeo, Microsoft Video 1, Clear Video dan AVI. Makanya, jangan heran jika suatu saat Anda menemukan dua video yang sama-sama  berformat AVI, tapi salah satu di antaranya talk dapat dimainkan di PC Anda. Ini dikarenakan file video dibuat dengan  sistem kompresi  yang berbeda, dan PC Anda tidak mendukung  salah satu kompresi tersebut.
Pada awalnya format AVI hanya mendukung resolusi maksimal 160 x 120 pixel, dengan refresh rate 15 frame per  detik.  Namun  bersamaan  dengan  perkembangan  Windows  dan  DirectX-nya,  format  AVI  kini  mampu menyimpan sebuah klip video dengan beresolusi sampai 320 x 240 pixel, dan refresh rate sampai 30 frame per detik. Untuk membuat  dan  memainkan  video  berformat  AVI,  tidak  dibutuhkan  hardware khusus.  Itulah  yang menyebabkan format ini cukup mendominasi, dan selalu disertakan pada kebanyakan aplikasi multimedia. Bahkan sampai saat ini, format AVI masih banyak digunakan oleh kartu video editing kelas semi-profesional. Format ini dirilis pertama kali pada tahun 1993, dan merupakan sebuah standar ISO/IEC (International Organization  for  Standardization/  International  Electrotechnical  Commission)  untuk  video  dengan  kualitas menengah.
a.      MPEG-1
MPEG-1 memungkinkan sebuah video dapat dikompresi dengan rasio 50:1 sampai 100:1, tergantung kualitas gambar yang Anda inginkan. Format ini memiliki kecepatan pembacaan data sekitar 1,5 Mbit per detik, sehingga cukup setara dengan pembacaan data pada CD-ROM berkecepatan 2X.
Motion  Picture  Expert  Group  1  (MPEG-1)  dapat  digunakan  untuk  menyimpan  video  dengan  resolusi maksimal 352 x 288 pixel. Kualitasnya dapat disetarakan dengan format VHS. Format MPEG-1 saat ini banyak digunakan sebagai format video dalam VCD.
b.      MPEG-2
MPEG-2 merupakan pengembangan dari MPEG-1 yang mulai diperkenalkan pada tahun 1995. Format ini memungkinkan Anda menjalankan data video dengan kecepatan 100 Mbit per detik. Selain lebih unggul pada kecepatan transfer data, MPEG-2 juga memiliki peningkatan kualitas gambar dan suara.  Pada video berformat MPEG-2, Anda bisa melihat tayangan video dalam resolusi tinggi dan didukung kualitas suara stereo, bahkan sistem surround seperti format Dolby Digital dan DTS. Talk heran bila kemudian format ini  digunakan  sebagai format video  pada keeping SuperVCD, DVD dan siaran digital TV. MPEG-2  juga  memungkinkan  fleksibilitas  pengaturan  skala  resolusi  dan  kecepatan  pembacaan  data, mempunyai  kemampuan  menyuguhkan  gambar  dengan  resolusi  sampai  720  x  576  pixel.  Ini  format  video termutakhir dari MPEG. Pertama kali diperkenalkan pada Oktober 1998, dan menjadi standar internasional pada tahun 1999. Format ini merupakan hasilpengembangan dari ratusan periset dan teknisi yang tersebar di berbagai penjuru dunia.
c.       MPEG-4
Rasio ukuran layar standar yang digunakan oleh hampir semua pesawat video standar. Perbandingan ukuran pastinya adalah empat satuan lebar (horizontal) dan tiga satuan tinggi (vertikal). Ukuran ini sekarang sudah mulai ditinggalkan, seiring keluarnya berbagai peranti yang menyuguhkan ukuran layar yang lebih lebar dan panoramik. Rasio yang lebih dikenal dengan sebutan layar lebar (wide screen). Ukuran ini relatif lebih lebar dibandingkan rasio standar. Pada ukuran rasio ini, gambar  yang ditampilkan  lebih lebar dan lebih sesuai dengan sudut pandang manusia. Tujuannya simpel, yaitu untuk mendapatkan tayangan dengan kualitas paling tinggi, tapi pada kecepatan transfer data rendah antara 10 Kbit per detik sampai 1 Mbit per detik. Alhasil, ukuran file MPEG-4 lebih kecil 15 persen dari ukuran file  DVD standar, kendati menggunakan resolusi 640 x 480 pixel sekalipun. Lho, kenapa yang dijadikan patokan DVD? Sebab, kualitas MPEG-4 setara bahkan lebih baik dibandingkan DVD. Lantaran teknologi kompresinya yang ampuh itu, talk berlebihan bila format MPEG-4 diberi gelar "MP3-nya Dunia Video". Teknologi ini banyak Anda jumpai pada transmisi video melalui internet (video streaming). Bahkan beberapa produsen mulai mengembangkannya untuk memindahkan video ke ponsel. Salah satu implementasi lanjutan dari teknologi MPEG-4 adalah DivX.
d.      MOV
MOV merupakan format video yang diperkenalkan oleh Apple, dan menjadi format standar Apple yang bisa diputar dengan aplikasi QuickTime. Sekitar 1993 sampai 1995, format ini pernah lebih popular dan unggul dibandingkan AVI-nya Microsoft, baik dinilai dari -ungsi maupun kualitas. Namun, kini format yang satu ini mulai kehilangan pamornya, Apalagi dengan makin berkembangnya format MPEG.
MOV sendiri bisa dinikmati baik di Macintosh maupun PC, asal Anda meng; isntal aplikasi QuickTime.
e.       MJPEG
Singkatan dari Motion JPEG, format ini boleh dibilang berada di antara format gambar diam (foto) dan video berisi urutan (slide show) gambar atau foto berformat JPEG. MJPEG sebenarnya tak hanya merupakan format yang menyatukan kumpulan gambar berformat JPEG, melainkan juga menawarkan kompresi dengan rasio 5:1. Kelemahannya, sinkronisasi data video dan audio belum diimplementasikan di sini, sehingga format video yang dihasilkain masih dalam bentuk slide show yang tak bersuar
f.       ASF
Advanced Streaming Format (ASF) merupakan format video lain dari Microsoft, yang lebih dispesialiasikan sebagai media streaming. Format ini bisa terdiri dari audio, video, maupun slide show.
ASF dapat dikemas dalam file dengan kompresi tinggi, dan dapat disalurkan ke dalam data yang mengalir secara  terus menerus, seperti siaran TV dan radio  online.  Ukuran file-nya pun bisa diatur sesuai dengan bandwidth (kecepatan koneksi) yang direkomendasikan.
g.      WMV
Ada satu lagi format video yang diusung oleh Microsoft, yakni WMV (Windows Media Video). Format ini dibangun  dan dikontrol oleh Microsoft, dan menjadi nama dari salah satu solusi video encoding yang dimiliki Microsoft.
Tidak ada penjelasan mengenai teknologi yang digunakan dalam format tersebut. Namun sejak versi ketujuh (WMV7),  Microsoft  telah  menggunakan  teknologi  ,  video  MPEG-4  yang  tidak  kompatibel  dengan  teknologi MPEG-4 lainnya.
h.      AAC
AAC Advanced Audio Coding. File suara yang dikompresi. Ukurannya 30 persen lebih kecil ketimbang MP3.

b.      Encoding Standart System Video Dunia
a.      PAL
PAL adalah sebuah enconding berwarna yang digunakan dalam televisi broadcast. PAL adalah singkatan dari “Phase Alternating Line” digunakan untuk garis alternasi fase. PAL terdiri dari 625 baris dan ditayangkan sebanyak 25 frame dalam setiap satu detik (fps). System ini digunakan di seluruh dunia kecuali di kebanyakan dunia Amerika, karena di Amerika menggunakan system NTSC. Sistem Broadcast PAL dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch, pada tahun 1967. PAL termasuk standar kedua dalam system televisi broadcast.
      Resolusi VCD: 352 x 288 pixel
      Resolusi SVCD: 480 x 576 pixel Resolusi
      DVD 740 atau 720 x 576 pixel
b.      NTSC
NTSC adalah system televise analog yang digunakan di Amerika Serikat dan banyak televisi lainnya. Berbeda halnya dengan PAL , NTSC membagi 25 baris per frame dan sebanyak 30 frame dalam satu detiknya atau 29,97 frame perdetik (fps).
      Resolusi VCD: 352 x 240 pixel
      Resolusi SVCD: 480 x 480 pixel
      Resolusi DVD 740 atau 720 x 480 pixel
c.       SECAM
SECAM singkatan dari Systeme Electronique pour Couleur Avec Memoire/
or  Sequential Color with Memory
adalah standar pemancar televisi analog yang digunakan di Perancis, Rusia dan daerah-daerah Afrika. SECAM berbeda dengan PAL, tapi jumlah baris data yang dikirimnya sama.
SISTEM
fps
NTSC (AS, Jepang, Canada)
29,97 fps
PAL (Eropa, Asia & Australia)
25 fps
SECAM (Perancis, Rusia & Sebagian Afrika)
25 fps

B.        BAGIAN-BAGIAN KAMERA VIDEO
Teknik Pengambilan GambarUntuk bisa menggunakan kamera video dengan baik dan benar tentu saja kita harus mengenal dengan baik bagian-bagian dan fungsi fungsi yang ada pada kamera dengan baik. memang setiap merek dan setiap type kamera akan berbeda tata letak  bagian fungsionalnya tetapi yang penting adalah kita harus bisa memahami "prinsip dasar" dari bagian fungsional tersebut.Secara umum bagian-bagian kamera video terdiri atas:
1.      Baterai untuk catu daya
2.      Tempat kaset
3.      Tombol Zoom
Tombol Zoom berfungsi untuk mendekatkan obyek (Zoom in)  atau menjauhkan Obyek (Zoom out) secara optical, kenapa di katakan secara optical karena proses menjauh dan mendekatnya obyek ini dikarenakan pergerakan lensa kamera
4.      Tombol Recorder
5.      Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital)
6.      Cincin Fokus
Ring Fokus berfungsi untuk mengatur fokus tidaknya obyek yang di bidik obyek yang tidak fokus di sebuat out of Focus dan gambarnya akan tampak kabur atau dikenal dngan istilah Blur. obyek yang fokus akan terlihat jelas dan detail dan di sebut In Fokus. Banyak kemera di lengkapi dengan fasilitas Auto Focus tetapi auto Fokus ini mempunyai beberapa kelemahan terutama pada saat melakukan zooming dengan cepat atau ada obyek yang melintas di depan lensa maka fokus akan berubah dengan sendirinya
Tips :
agar fokus tetap terjaga lakukan zoom in sampai sedekat-dekatnya(sampai mentok) kemudian atur fokus hingga in fokus maka ketika melakukan zoom in zoom out obyek akan tetap terjaga fokusnya (akan selalu in fokus)
7.      Jendela preview (View Finder)
8.      Mikrofon
9.      Tombol kontrol cahaya
White Balance
White Balance adalah proses penyeimbangan warna  dengan menggunakan media  warna putih. Proses White Balance ini sangat penting karena kalo white balance ini di abaikan bisa berakibat fatal pada hasil pengambilan gambar karena kalo proses white balance ini salah akan menimbulkan gambar yang tidak sesuai dengan warna aslinya bisa kebiruan (blueis) atau kemerahan (reddis)

http://3.bp.blogspot.com/_qPkWOFm26mo/TU7J4tXLPNI/AAAAAAAAABw/emu9Nz0gQss/s1600/wb02.jpg
Cara Menyetel White Balance
a.    Pertama cocokkan filter koreksi warna dengan kondisi cahaya yang kita pakai shoting.
b.   Arahkan kamera terhadap benda putih apa saja
c.    Kamera di zoom sampai yang terlihat di viewfinder hanya warna putih
d.   Tekan tombol AWB (Auto White Balance)
e.    Kamera siap untuk merekam.
10.  Tombol Player (untuk memainkan kembali video).
11.  Terminal DC Input
Kamera tertentu  juga terdapat:
1.      IRIS
Iris berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk kedalam lensa kamera dan pengaturan iris ini akan berpengaruh pada gelap terangnya obyek yang dibidik pengaturan Iris ini sangat penting karena kalo pengaturan iris ini tidak tepat maka akan mengakibatkan kelebihan (over light )atau kekurangan cahaya ( Under light). pengaturan Iris akan berbanding terbalik dengan pengaturan shutter speed.
http://1.bp.blogspot.com/_qPkWOFm26mo/TU6-mYOG0hI/AAAAAAAAABk/GNvht8Ir2Ns/s1600/lensiris1.jpg
2.      Shutter Speed
http://2.bp.blogspot.com/_qPkWOFm26mo/TU7GabhRziI/AAAAAAAAABs/6uZK7M5eeCU/s1600/shuter+speed.jpgShutter Speed berfungsi untuk mengatur kecepatan saat pengambilan gambar untuk menciptakan efek tertentu seperti Slow motion atau fast motion, contoh paling gampang penggunaan shuter speed ketika mengambil gambar layar komputer atau layar televisi ketika kita menggunakan speed yang rendah maka gambar layar komputer atau layar televisi akan kelihatan ada garis-garis yang bergerak-gerak kebawah  untuk mengatasinya kita harus menggunakan speed yang tinggi agar tampilan layar bisa terlihat natural (alami)




C.  PENGGOLONGAN KAMERA BERDASARKAN PENGGUNAANNYA
1.      Kamera Studio
Kamera yang biasanya digunakan dalam studio (in door) untuk memproduksi sebuah program acara televisi, biasanya satu set kamera terdiri dari:
      Kamera       : Lens (box lens), kamera head, ViewFinder, camera mounting, Pedestal, Rolling Tripod
       Kabel Kamera        : Triax, multiwire/multicore
       Camera control unit/Base station
       Remote control panel
       Monitoring system : Video Monitor
       Power Supply
2.      Kamera ENG (electronic news Gathering) atau portable kamera
Sesuai dengan namanya, pada awalnya, kamera jenis ini hanya digunakan untuk hunting berita. Namun sekarang kamera jenis ini tidak hanya digunakan untuk hunting berita tapi juga untuk membuat film.
Ada dua macam kamera ENG, yaitu:
a.       Camera Built in VTR
Adalah seperangkat kamera lengkap, didalamnya terdapat camera body, camera head dan perangkat untuk merekam gambar (VCR).
b.      Camera separate VTR (dooking)
Jenis kamera video yang perangkat VCR (video camera recorder)nya terpisah dari kamera body
gb 35Contoh kamera ENG



4. Kamera dooking
 
 


3.      Kamera EFP (Electronics field Productions)
Kamera jenis ini biasanya dipakai untuk produksi dalam ruangan (in door) hampir sama dengan jenis pertama.




D.    BATTERY
Jenis yang paling banyak digunakan saat ini, adalah baterai type Lithium dan type AA. Untuk type AA biasanya digunakan baterai Alkaline. Tapi untuk Kamera video biasanya menggunakan batrei re-charge. Tipe baterai isi ulang dibagi dalam tiga kategori umum: nickel cadmium (NiCd), nickel metal-hydride (NiMH), dan lithium-ion (Li-ion).




Merawat Baterai Kamera Video
Baterai berfungsi sebagai sumber daya untuk menghidupkan kamera, perawatan yang baik dapat memperpanjang usia pemakaian baterai kamera. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
·      Jangan membiarkan baterai terpapar suhu ekstrim diatas 43 C. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan permanen pada baterai. Letakkan baterai pada tempat yang sejuk dan kering.
·      Jangan mencharge baterai secara berlebihan, jika charger telah menunjukkan baterai terisi penuh segera cabut.
·      Saat mengisi baterai untuk pertama kalinya, isi daya baterai semalam.
·      Charger baterai sebelum atau sesudah penyimpanan dalam jangka waktu lama. Dipakai ataupun tidak dipakai baterai akan mengalami proses pelemahan, agar tetap awet  maka baterai perlu diisi kembali.
Untuk charging Time pada masing-masing jenis alat charge sebenarnya mempunyai perhitungan dasar yang dapat dihitung dengan rumus ideal sebagai berikut :
mahB = Kapasitas Maksimum Baterai
mAhC = Bersarnya Amper perjam yang diberikan charger
th = Total Waktu dalam Jam
th = mAhB / mAhC
Misalnya baterai 1800 mAh dan Ampre Chargernya 100 mAh, berarti:
1800 / 100 = 18 jam
Waktu yang diperlukan untuk chargingnya pada kondisi ideal adalah 18 jam.
·      Lepaskan baterai dari kamera jika tidak sedang mempergunakannya dalam jangka waktu lama.
·      Jangan mencampur penggunaan baterai lama dan baru, termasuk mempergunakan baterai dengan merek yang berbeda-beda.
E.     MENGOPERASIKAN KAMERA VIDEO
1.      gb1Langkah-langkah pengoperasian kamera video :





a.    Lepas penutup lensa
b.   Pindahkan posisi tombol power dari off  ke camera dengan menekan dan tahan tombol kunci, kemudian dorong ke bawah
c.    Buka layar LCD, dengan menekan kunci layar LCD, kemudian dibuka searah tanda panah. Secara otomatis viewfinder akan  mati
d.   Tekan tombol start/stop untuk memulai merekam. Tekan tombol start/stop kembali untuk berhenti merekam





2.      LANGKAH-LANGKAH MEMASANG KASET PADA HANDY KAMERA ADALAH:
a.    19Tekan tombol pembuka searah dengan tanda panah dan buka penutupnya





b.      20Masukkan kaset dengan posisi jendela kaca kaset terlihat dari atas dan tekan bagian tengah belakang kaset




c.       21Setelah penahan kaset secara otomatis turun kebawah kemudian tekan penutup kaset




3.      Basic Camera Operation
      Camera video ada berbagai macam merk, bentuk, dan varian. Begitu juga media penyimpanan gambar juga bermacam-macam. Contoh-contoh merk terkenal antara lain: Sony, Panasonic, Phillip, Ikegami, JVC, dan lain-lain. Dari berbagai merk tersebut masing-masing mempunyai beragam varian dan bentuk. Mulai kamera amatir, semi profesional, dan kamera profesional. Media penyimpanan gambar antara lain: Betacam, Dvcam, Dvc-pro, MiniDV, maupun berbentuk card (kartu memori).
Bagi pengguna pemula/amatir biasanya dengan mode auto sudah cukup untuk mendapatkan gambar standar. Tatapi dalam kondisi tertentu, mode auto tidak bisa kita pakai untuk mendapatkan gambar sesuai dengan kemauan kita. Itulah sebabnya kenapa para Cameraman profesional sering menggunakan mode manual dalam mengoperasikan kamera.
a.       The Main Control
Ada enam control dasar pada kamera:
1.      Exposure: Aperture, Shutter Speed, (ND Filter), (Gain), Filter Colour
2.      White Balance
3.      Zoom
4.      Focus
5.      Audio Levels
Eksposure secara sederhana dapat saya artikan sebagai pencahayaan kamera. Untuk mendapatkan gambar yang normal, tidak gelap (under exposure) dan tidak sangat terang (over exposure) harus diperhatikan:
·         Aperture (diafragma)
Di kamera televisi disebut juga Iris, yaitu sejumlah lembaran metal tipis yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa dibuka dan ditutup untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk ke lensa kamera. Iris seperti pupil mata kita yang bisa membesar dan mengecil sesuai cahaya yang masuk. Bila Iris dibuka selebar mungkin, lensa mengirim sinar maksimum de dalam kamera, sebaliknya kalau bukaan iris dikurangi lubang diafragma akan menyempit, sehingga sinar yang masuk ke kamera jadi sedikit. Bukan diafragma diukur dalam satuan f-stop: f/1.4 – f/22. lebih kecil nomor f-stop = bukaan diafragma besar, lebih besar nomor f-stop = bukaan diafragma kecil. Pengaturan iris secara manual dapat dilakukan dengan memutar ring iris di lensa kamera.
·         Shutter Speed
Biasanya shutter speed standar di kamera televisi 1/50. kecuali anda ingin menggunakan efek shutter atau untuk mensinkronkan dengan objek, baru Shutter Speed di posisi ON untuk selanjutnya bisa kita pilih sesuai tujuan kita.
·         ND Filter
Filter ND (Neutral Density) berfungsi untuk mengurangi intensitas sinar yang terlalu kuat tanpa mempengaruhi kualitas warna cahaya. Filter ini digunakan bila kondisi cahaya terlalu keras, seperti tengah hari yang terik.
·         Gain
Kebalikan dari ND filter, Gain berfungsi apabila pengambilan gambar dalam keadaan kurang cahaya, yang apabila dengan keadaan normal dengan bukaan f-stop maksimal (f/1.4) masih under exposure. Dengan Gain kita bisa mengangkat exposure secara digital, konsekuensinya gambar menjadi agak coral (pecah).
·         Filter Colour
Berfungsi untuk mengubah atau mencocokkan cahaya yang masuk ke dalam kamera. Umumnya kamera video memiliki dua buah filter koreksi warna. Untuk shoting di dalam ruangan dengan cahaya lampu tungsten (kemerahan) kita pasang filter 3200ºK dan untuk shoting dengan penerangan cahaya matahari kita gunakan filter 5600ºK. Cahaya matahari banyak mengandung warna biru. Kalau kita memasang filter no.2 (5600ºK) untuk matahari, sebenarnya kita memasang filter berwarna oranye untuk mengimbangi warna biru pada matahari. Cahaya lampu bohlam lebih mengandung warna merah, maka kita pasang filter no.1 (3200ºK) yang berwarna kebiru-biruan.
·         White Balance
Intensitas cahaya berbeda-beda pada saat yang berbeda dan tempat berbeda dalam sehari. Cahaya matahari di luar (daylight) mempunyai suhu kurang lebih 5600ºK, cahaya bohlam di dalam ruangan mempunyai suhu kurang lebih 3200ºK, cahaya lampu TL mempunyai suhu antara 5000ºK-6000ºK. karena intensitas cahaya sangat berbeda maka filter koreksi warna tidak bisa menghasilkan warna putih yang tepat.
Maka dari itu kamera video juga dilengkapi dengan tombol untuk menyetel white balance. Cara termudah untuk white balance adalah dengan mengarahkan kamera terhadap benda putih apa saja yang berada dalam kondisi cahaya yang sama dengan cahaya yang kita pergunakan untuk merekam adegan.
Cara menyetel white balance:
1.      Pertama cocokkan filter koreksi warna dengan kondisi cahaya yang kita pakai shooting.
2.      Arahkan kamera terhadap benda putih apa saja
3.      Kamera di zoom sampai yang terlihat di viewfinder hanya warna putih
4.      Tekan tombol AWB (Auto White Balance)
5.      Kamera siap untuk merekam.
Catatan: “ kamera harus di white balance lagi apabila keadaan cahaya berubah”.
b.   SETTING KAMERA
        Dalam proses ini kameramen harus mengeset (setting) menu-menu yang ada di kamera, tentunya tidak semuanya disetting, ada yang sudah default. Yang sering disetting diantaranya, sound, speed record pilihlah SP (standart Play). LP (longplay)Untuk darurat.
        Kemudian menyetting audio/mic level. Sebelumnya dicek dulu koneksi mic eksternal kalo menggunakan mic eksternal. Jika suda tersambung dan mic dalam keaadaan on/hidup maka aktifkan tombol menu kemudian pilih advance, pilih mic level sesuai kebutuhan pilih OK
c.    TRIK MENGHASILKAN REKAMAN BERKUALITAS
        Merekam obyek dengan menggunakan camcorder atau kamera video memang gampang. Apalagi kini kamera video  telah  dilengkapi  dengan  fasilitas  setelan  otomatis  yang  sangat  membantu  pengguna.  Seperti  halnya kamera foto digital, fasilitas automatic setting bisa memberi kompensasi ketika tingkat cahaya kurang atau warna yang tak nyata.      .
  1. JANGAN GOYANG
Saat mulai melakukan perekaman, usahakan posisi tangan dalam keadaan kokoh. Kamera yang bergoyang sangat mempengaruhi rekaman video. Agar kamera tak bergoyang, gunakan bantuan penyangga seperti tripod atau monopod. Walau  begitu,  Anda  tetap  harus  berlatih  memegang  kamera  dengan  stabil,  karena  Anda  tidak  bisa mengandalkan tripod terus-menerus. Bayangkan bila Anda harus menentengnya dari satu tempat ke tempat lain. Boleh saja memakai tripod, tapi hanya untuk merekam obyek yang tak bergerak dalam jangka waktu lama.
  1. MENGONTROL ZOOMING


 
Apabila obyek yang Anda bidik terlalu jauh dari posisi Anda, usahakan untuk memakai fasilitas zooming. Meski fasilitas pembesaran tersebut sangat mudah digunakan, fokus obyek harus tetap terjaga.

  1. FRAME
Mulailah mengatur komposisi antarobyek bidikan, sehingga berada dalam satu frame yang apik. Sebuah klip yang  akan Anda rekam bisa mempunyai komposisi yang baik apabila menggunakan teknik dasar komposisi. Pertama,  komposisi  balance,  yaitu  dengan  membayangkan  garis  horizontal  dan  vertikal.  Pertemuan  garis tersebut adalah titik yang tepat untuk obyek bidikan.


 
 Namun, Anda juga bisa menggunakan komposisi yang tak lumrah untuk menghasilkan efek-efek tertentu. Perhatikan masalah overscan yang biasanya memotong sinyal video dan mengaburkan obyek bidikan. Aturlah ruang kosong di atas frame ketika merekam obyek.





  1. KONTINUITAS ;
Saat  merekam,  sebaiknya  Anda  memikirkan  jalan  cerita  video  tersebut,  sehingga  klip  memungkinkan dipotong  saat editing. Usahakan merekam satu obyek dari beragam angle atau sudut pandang. Anda bisa menggabungkan rekaman video close-up, rekaman pendek, dan wide-angle.Yang penting, pastikan antara satu frame dengan frame berikutnya memiliki keterkaitan. Misalnya saja, ketika Anda merekam di area terbuka, maka pastikan pencahayaan diatur sama.




  1. BACKGROUND-FOREGROUND
Sangat penting untuk menernpatkan obyek bidikan berada dalam posisi yang nyaman dilihat di dalam sebuah frame.  Pastikan foreground dan background tidak saling membuat pandangan bias. Bidiklah obyek tertentu dengan latar belakang yang kosong. Apabila background berupa suasana di pusat perbelanjaan, maka penonton tak lagi fokus di obyek utama tersebut. Hindari juga memakai background yang intrusif. Misalnya menempatkan obyek di depan pohon, sehingga kelihatan pohon tersebut tumbuh di kepalanya. Prinsip serupa bisa diterapkan untuk foreground. Pastikan tak ada orang yang melintas di depan kamera saat Anda sedang membidik obyek tertentu.







  1.  
    PLAN THE PAN
Cobalah gunakan  teknik  pan,  yaitu  merekam  obyek  yang  bergerak  pada  bidang  horizontal.  Anda  bisa memakai teknik tersebut untuk dua keperluan. Pertama, merekam area obyek yang luas ke dalam satu frame. Misalnya saja Anda Ingin merekam pemandangan indah di gunung atau arsitektur bangunan. Kedua, ketika Anda ingin merekam obyek yang  bergerak pada jalur tertentu, misalnya balap F1, balapan kuda, atau orang yang berlari. Yang penting, pastikan gerakan obyek tertangkap dengan jelas berikut gerakan yang akan direkam terakhir. Untuk merekam gambar bergerak, sebaiknya gunakan bantuan tripod agar gambar tak goyang.

 





  1. EFEK KHUSUS


 
Pada kamera video modern, biasanya telah tersedia efek video built-in di dalam menunya. Sebelum Anda memakai  efek tersebut, pikirkan kembali apabila video akan Anda edit kembali. Bila ya, maka tak perlu untuk memakai efek-efek  yang tersedia di kamera, karena efek tersebut tak bisa dinormalkan kembali saat Anda mengedit video tersebut. Anda bisa menambahkan efek melalui program video editing. Kecuali, Anda memang ingin memutar film langsung di TV, maka Anda bisa memakai efek-efek film bawaan kamera video.






  1.  LAMPU
Pencahaayan merupakan salah satu faktor yang penting ketika merekamvideo. Tapi cahaya yang terlalu banyak  akan membuat obyek terlihat putih menyerupai hantu. Sebaliknya kurang cahaya bisa pula membuat obyek tidak terlihat.  Untungnya, kebanyakan kamera video kini telah menyertakan setelan pencahayaan otomatis. Namun demikian, saat merekam di luar ruangan sebaiknya posisi Anda  membelakangi cahaya matahari.  Cek cahaya matahari, apabila background  obyek lebih terang daripada foreground,maka aktifkan fitur backlight yang ada pada menu kamera. Jika Anda merekam di dalam ruangan, pastikan selalu mengaktifkan lampu. Meski cahaya lampu ruangan terlihat cukup, lebih baik Anda tetap menggunakan lampu kamera. Akan


 
 lebih baik lagi apabila Anda memiliki lampu kamera tambahan.








  1. SUARA DAN VISI
Setelah teknik  video  Anda  kuasai,  perhatikan  juga  masalah  audio.  Film  yang  baik  sebaiknya  memang memiliki perpaduan gambar dan suara yang seimbang. Kamera video biasanya menyertakan mikrofon built-in untuk merekam suara. Namun demikian, biasanya mikrofon tersebutjuga merekam suara yang berada di sekitar obyek bidikan, seperti suara bising, angin, dan nafas si kameraman. Apabila Anda merekam di ruang terbuka, aktifkan fitur Wind cut yang bisa mengurangi suara bising tersebut. Saat fokus pada obyek tertentu, aktifkan fitur Zoom mic yang berguna untuk memperjelas suara yang keluar dari obyek bidikan. Jika kamera memiliki soket mikrofon input, maka belilah mikrofon yang dilengkapi dengan filter wind  muffler  atau  penyaring  angin.  Dan  untuk  merekam  wawancara,  sebaiknya  gunakan  mikrofon  kecil ekstrenal. Untuk mengurangi suara bising, Anda bisa memberi soundtrack  tertentu dengan menggunakan MiniDic player atau tape recorder. Cara ini biasanya dilakukan saat rekaman video diedit dengan program penyunting video di PC.
  1. SIAPKAN
Sebelum merekam, pastikan kamera dan peranti pendukung sudah dalam keadaan siap. Pastikan power baterai  dalam keadaan penuh. Apabila kurang, charge baterai, hingga power-nya maksimal. Biasakan juga membuat checklist  atau daftar alat yang harus Anda bawa ketika merekam. Ketika Anda bepergian jauh atau melakukan rekaman berjamjam, usahakan membawa baterai cadangan dan kaset lebih dari satu. Selain itu, pastikan  konektor charger baterai adalah jenis universal travelling plug. Lebih baik lagi untuk menempatkan semua alat ke dalam tas khusus kamera.


TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR
      Mengambil Kamera
1.                  BERDIRILAH DENGAN BENAR,


 
Satu lutut sedikit membengkok, posisi kaki bersudut 45 derajat satu sama lain. Meskipun sederhana, teknik ini benarbenar berpengaruh pada hasil rekaman Anda. Berdirilah dengan sebelah kaki sedikit berada di depan lainnya. Cara ini akan meningkatkan kestabilan badan sehingga Anda bisa berdiri lebih kokoh. Seperti dalam teknik silat, posisi kuda-kuda akan menentukan kekokohan badan Anda.


 












2.                  PEGANG CAMCORDER DENGAN KEDUA TANGAN,


 
Meskipun camcorder Anda adalah model yang paling tipis dibandingkan lainnya. Lebih baik terlihat wajar dengan cara merekam yang kokoh dan perlahan, daripada terlihat berakrobat dengan membawa kamera dalam satu tangan. Letakkan satu tangan lewat grip (supaya mudah menjangkau tombol zoom dan rekam), dan gunakan tangan satunya untuk membantu memegang kamera.
3.                  LETAKKAN KEDUA SIKU TANGAN DI DEKAT DADA
Akan membantu membuat sebuah dudukan yang kuat untuk camcorder Anda, dan membantu mencegah miringnya kamera, yang bisa terjadi pada tangan Anda jika berada jauh dari badan.













 
















4.                 


 
BERSANDARLAH PADA SESUATU.


 
Sebuah pohon, dinding bangunan, mobil, atau apa pun asalkan obyeknya kokoh dan tidak bergeser, bisa Anda pakai. Pada ruangan yang sempit dan kurang cahaya, cara ini akan sangat membantu.








 


















5.    MENURUNKAN LUTUT


 
Untuk menurunkan pusat gravitasi badan Anda bisa mengurangi goncangan camcorder. Berlutut dengan lutut kiri di lantai dan menempatkan siku yang memegang camcorder pada lutut kanan akan memberi pondasi yang kokoh bagi rekaman Anda.




 
















6.   BIDIK DENGAN POSISI TIARAP.
Sudut seperti ini tidak hanya bagus untuk merekam subyekyang rendah (misalnya bayi merangkak), tetapi dengan Led- siku di la-tai, dijamin Anda akan memperoleh rekaman yang mantap.













·      Pengecekan Kamera
a.    Batrei
b.   Mic
c.    Tripod
d.   Kabel
e.    Cadangan batrei
f.    Cadangan lighting (bohlam bila perlu)
·      Kamera Angle
      Yakni posisi kamera pada saat pengambilan gambar. Masing-masing angle punya makna tertentu.
a.       Bird eye view






PLTU Paiton[1]

 







b.      High angle









c.       Low angle


IMG_6301
 








d.      Eye level







e.       Frog eyes


 






·      Shot size/Frame size (komposisi dasar dari sebuah pembingkaian gambar /framing)
Berikut macam-macam shot size:
a.       Extreme Long Shot/wide shot  digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang luas, dan berdimensi lebar, diambil dari area yang sangat luas untuk menggambarkan atmosfir dan lingkungan tempat kejadian, subjek terlihat sangat kecil pada frame, sehingga benar benar tidak dapat dikenali, ukuran figure lebih kecil dari 1/6 dari ketinggian frame, meskipun demikian masih bias menginformasikan bahwa subjek adalah manusia,walaupun tidak dapat dibedakan atara pria dan wanita












 





b.      Very Long shot
Dibuat apabila penonton membutuhkan visualisasi untuk adegan kolosal/banyak objek. Untuk objek manusia tinggi objek sekita 1/3 dari ketinggian frame. Subjek mulai terlihat jenis kelaminnya. Aktivitas mulai terlihat meski tidak jelas. VLS bisa digunakan untuk opening sequence, namun kelemahanx kesulitan mengikuti gerakan subjek.











 





c.       Long shot/full shot, dikenal sebagai landscape format, gambar seutuhnya mulai dari ujung kaki sampi ujung kepala





d.      Medium Long Shot (Knee Shot), shot pertama yang melakukan cutting tubuh subjek sebatas lutut, untuk perekaman diatas/bawah lutut tergantung jenis kelamin/ pakaian yang dipakai subjek, sedangkan untuk subjek bergerak diapaki gambar dibawah lutut.













 





e.       Medium Shot/ portrait format atau pas photo









 




f.       Medium Close Up




g.      Close up







 




h.      Big Close Up












 





i.        Extreme close up




j.        Two shot




k.      Three shot







l.        Over shoulder shot


 




·      GERAKAN KAMERA
a.    Pan
Gerakan kamera secara horisontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
Pan right (kamera bergerak memutar ke kanan)
Pan left (kamera bergerak memutar kekiri)











b.   Tilt, tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal, mendongak dari bawah ke atas atau sebaliknya. Tilt Up – mendongak ke atas. Tilt down – mendongak ke bawah (peluncuran balon, pesawat take off dan sebagainya), untuk  menciptakan efek dramatis, mempertajam situasi.




 








c.    Dolly, Track
Dolly atau track adalah gerakan kamera diatas tripod atau dolly mendekati atau menjauhi subyek.
Dolly In – mendekati subyek
Dolly Out – menjauhi subyek
d.   Pedestal
Pedestal adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa di naik turunkan. Sekarang ini kebanyakan menggunakan Porta-Jib traveller.
Pedestal Up : kamera dinaikkan
Pedestal Down: kamera diturunkan





e.    Crab
Gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subyek yang sedang bergerak. Crab left (bergerak ke kiri), Crab right (bergerak ke kanan)
f.    Crane adalah gerakan kamera di atas katrol naik atau turun.










g.   ARC
Arc adalah gerakan kamera memutar mengitari obyek dari kiri ke kanan atau sebaliknya


 







h.   Zoom
Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle) atau sebaliknya.
Zoom in : mendekatkan obyek dari long shot ke close up
Zoom out: menjauhkan obyek dari close up ke long shot
i.     Perbedaan visual zooming dengan tracking Zooming 









j.     Rack Focus
Rack focus atau selective focusing adalah mengubah focus lensa dari obyek di latar belakang ke obyek di latar depan atau sebaliknya, untuk mengalihkan perhatian penonton dari satu obyek ke obyek lainnya.
·         KOMPOSISI GAMBAR
Sebenarnya, komposisi gambar tidak dapat dipelajari secara khusus, sebab komposisi adalah sesuatu  hasil  karya  seseorang  yang  benar-benar  enak  untuk  diarriati  dan  ditonton.  Karena  itu, semakinsering kita mengamati  objek-objek yang erat dengan masalah komposisi gambar, kita akan terbawa dan mendapatkan inspirasi yang dapat menumbuhkan cita rasa pada diri kita.
Meskipun demikian, ada beberapa hal yang dapat dipakai sebagai pedoman dasar.
(a)    Layar video sangat terbatas lebarnya. Karena itu kita harus mampu memanfaatkan keterbatasan layar tersebut  dengan cara menunjukkan sesuatu yang jelas dan pergantian-pergantian shot sesuai dengan kaidah yang ada.
(b)    Layar video mempunyai aspek ratio 3 : 4. Ini harus dipedomani dalam upaya menunjukkan sesuatu dengan jelas.
(c)    Gambar pada layar hanya dua dimensi. Karena itu dituntut kreativitas yang tinggi agar gambar menjadi lebih hidup, dengan mengubahnya menjadi tiga dimensi.
(d)    Gambar dari kamera akan berkurang 10% setelah diterima oleh pesawat penerima di rumah.
Karena itu, batas layar menjadi lebih sempit.
Dengan   berpedoman   keempat   dasar   tersebut,   di   bawah   ini   diberikan   petunjuk   bagaimana menempatkan  objek  pada  layar  atau  yang  disebut  teknik  framing.  Qalam  teknik  framing  perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1) Keseimbangan

 
Yang dimaksud dengan keseimbangan adalah objek dalam frame gambar tampak berimbang posisinya. Seperti diketahui bahwa perimbangan ratio pada layar adalah 2/5 s.d. 3/5 atau 1/3 s.d. 2/3:



2) Simetri

 
Bila menempatkan objek di tengah-tengah layar artinya simetri mungkin jelas kurang menarik, apalagi kalau objek tunggalnya akan lebih menarik kalau ditempatkan asimetri.


 



3) Equilibrium


 
Setiap gambar pasti mempunyai equilibrium, dan itu dapat menjadikan stabil, netral, dan labil. Kadang- kadang kita ingin mengubah equilibrium dari sebuah gambar dengan maksud untuk mendapatkan efek dramatis. Hal ini dapat dilakukan derigan canted shot
Jika objeknya manusia, penempatan gambar dalam kamera dapat dilakukan sebagai berikut.
a) Objek tunggal
(1) Pembicara tunggal yang langsung berbicara di depan kamera (straight shot), sebaiknya gambar diletakkan di tengah-tengah.
Tidak begitu bagusbagus


(2) Bila objek/pembicara melihat ke satu arah, berikan ruangan kosong di depannya, agar tidak ada kesan bahwa muka objek tertumbuk garis framing/layar. Ruang kosong tersebut disebut nose room.
bagus                                                      bagus tidak bagus                                            tidak bagus


 
Untuk mendapatkan efek dramatis dapat dibenarkan garis frame/layar dekat sekali dengan artis, asal di sebelahnya  masih  ada atau akan ada  suatu  gerakan,  sehingga mampu  menutupi daerah  kosong tersebut.


 






baik bila ---------akan ada action lain di sampingnya
(3) Di samping noose room perlc diperhatikan pula head room. Hal ini untuk menghindarkan kesan bahwa objek kepalanya tertumbuk frame bagian atas.





 

 
tidak bagus                                           bagus
(4) Apabila kamera melakukan panning pada objek yang sedang berjalan, di depan objek diberikan ruang  kosong  yang  disebut  walking  room,  sehingga  tidak  menimbulkan  kesan  bahwa  artis  akan menumbuk frame di depannya.
bagustidak bagus
(5) Menempatkan property harus diperhitungkan sebaik-baiknya, agar jangan sampai menimbulkan kesan seolah-olah property di atas kepala objek. Demikian pula garis-garis dekorasinya.
tidak bagusbagus
b) Objek dua orang
Crane up (Cin untuk dua orang yang duduk di depan kamera, memang pekerjaan yang sangat mudali, tetapi hasilnya sangat tidak menarik karena kedua-duanya kelihatan profile.
tidak begitu bagus








bagus


 
Menempatkan kedua objeknya menghadap dan di samping kamera, umumnya akan menghasilkan gambar yang lebih baik daripada dalam posisi lateral.













 
Dapat juga dengan pengambilan over shoulde shot bagi keduaduanya, tetapi harus berhati-hati agar tidak terjadi jumping.










Harus dilakukan suatu kompensasi bila terjadi perbedaan mencolok bagi kedua pembicara, misalnya, seorang  anak  berbicara  dengan  orang  yang  tinggi  badannya,  orang  tersebut  diminta  jongkok  di hadapan anak kecil itu.







 






tidak bagus                                                  bagus
c) Objek dalam kelompok
Bila  menghadapi  objek  dalam  satu  kelompok,  seyogyanya  diusahakan  dalam  susunan  triangular, semicircular, dan  circular. Shot yang langsung ke kelompok tersebut harus dihindari, kecuali kalau diinginkan untuk mencapai efek tertentu.



















  1. KABEL-KABEL KAMERA
Dalam proses pembelajaran maupun proses pengambilan gambar shooting video umumnya menggunakan kamera video yang dilengkapi berbagai jenis kabel, mulai dari Kabel Charger, Kabel  USB, Kabel Video, Kabel Audio, dan lain-lain.Penataan kabel kamera video mungkin tidak terlalu sulit, tetapi harus tetap di perhatikan agar proses pengambilan gambar shooting video berjalan lancar. Karena dalam penataan kabel kamera haruslah diletakkan pada posisi yang tepat dan pada tempat-tempat yang tidak membahayakan ketika proses pengambilan gambar shooting tengah berlangsung. Bila kurang berhati-hati maka akan menyebabkan hal yang fatal, dikarenakan resiko terlilitnya kabel-kabel kamera video yang begitu banyak dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan (mengganggu dalam hal proses shooting). Untuk itu perlu adanya materi tambahan mengenai tata cara penataan kabel kamera video yang baik dan benar.












 





















·            Kabel coaxial digital
Merupakan jenis kabel yang khusus dirancang untuk membawa sinyal elektronik digital.  Secara teoritis kabel ini dapat digunakan untuk semua jenis informasi, namun kebanyakan digunakan untuk koneksi audio / video, khususnya untuk surround sound system






G.    PENGGUNAAN CLAPPERBOARD
Pengambilan gambar sebuah film, baik yang sungguhan ataupun versi rekayasa dalam acara TV dan film. Pada tiap awal sebuah adegan, selalu ada seorang kru film yang menghadap kamera yang menyampaikan informasi mengenai adegan yang akan diambil menggunakan sebuah papan. Papan tersebut biasanya memiliki semacam jepitan yang terletak di bagian atasnya, seperti sebuah gunting, dan mengeluarkan suaran `clap` saat keduanya saling diketukkan. Clapperboard, Disebut demikian karena suara yang dihasilkannya seperti orang yang melakukan clap (tepuk tangan). Benda ini digunakan dalam tiap kali rekaman film, video, atau TV untuk kemudahan video editing dan juga penyelarasan suara dengan video. Banyak nama lain yang umum digunakan, termasuk anak genta, papan, batu tulis, papan batu tulis, sabak sync, batu tulis waktu, tongkat, papan, dan spidol
Penggunaannya biasanya diiringi dengan pernyataan dari kru film tentang detail adegan yang akan diambil disertai mengayunkan clapperboard ke depan kamera. Untuk menggunakan clapperboard, kru menyiapkan adegan film, menulis informasi tentang clapperboard, memegang sampai clapperboard, kemudian menyalakan kamera. Biasanya, informasi pada batu tulis dibacakan, dan kemudian genta dibentakkan. Setelah ini, para aktor dapat mulai berakating.
Kenapa benda ini menjadi sangat penting dalam produksi sebuah film? Karena clapperboard digunakan sebagai rujukan tanda untuk editor film baik dari aspek gambar, ataupun suara. Dengan adanya suara "clap", sound editor akan menggunakannya untuk menyelaraskan audio yang diambil dengan video-nya. Mungkin kamu belum tahu, pada produksi film berbudget tinggi, track audio direkam terpisah dengan track video, sehingga perlu penyelarasan yang tepat saat proses editing untuk menghasilkan film yang baik. Selain itu, clapper juga digunakan untuk menginformasikan beberapa data mengenai suatu adegan tertentu, dan informasi ini diperlukan untuk kepentingan editing. Mulai dari durasi, nomor/nama adegan, tanggal pengambilan gambar, dan nomor urut pengambilan gambar.
Sebenarnya clapper menggunakan bahan yang terbuat dari papan biasa, dicat hitam, dan memiliki karakteristik seperti layaknya sebuah papan tulis, agar bisa ditulis-hapus menggunakan kapur tulis. Namun, pada perkembangannya, sejumlah perusahaan manufacturing mulai memproduksi clapperboar digital, yang mampu mencatatkan beberapa informasi yang perlu disampaikan dalam format digital.

a.    Bagian-bagian Clapperboard
claperboard
Scene : Peletakan nomor adegan yang tertera pada skenario.
Take : Menunjukan jumlah take yang dipakai.
Sound : Kotak ini menunjukan apakan adegan yang sedang digarap menggunakan sound atau tidak.
Prod : Judul Film
Dir : Nama Sutradara
Date : Tanggal syuting
Camera : Nama penata kamera
Int dan Ext :Adegan dilaksanakan di dalam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar